8 Tradisi Unik Suku Di Indonesia

Tradisi Unik Suku Di Indonesia – Indonesia di kenal dengan negara yang memiliki beribu pulau atau di sebut dengan negara kepulauan. Di negara yang kita cintai ini pun sangat banyak beragam suku yang mewakili setiap daerah. Selain itu juga, setiap suku-suku itu pun memiliki kepercayaannya masing-masing yang selalu di ikuti. Maka dari itu, tak heran jika banyak sekali tradisi yang di lakukan setiap tahunnya dari berbagai daerah dan suku tersebut.

Baca juga: Anak Ini Menjadi Manusia Magnet Setelah Tersengat Aliran Listrik

Nah dari begitu banyaknya suku di Indonesia, ternyata terdapat beberapa di antaranya mempunyai perayaan tradisi yang sangat unik dan menyeramkan. Bahkan pun tradisi itu sampai di kenal oleh negara asing. Anda penasaran dengan tradisi unik apa saja yang di lakukan oleh suku di Indonesia ini? Berikut 8 tradisi unik suku di Indonesia.

1. Tradisi Potong Jari Di Papua

Tradisi Potong Jari Di Papua

Tradisi yang satu ini datang dari suku Dani yang berada di Papua dan termasuk tradisi yang bisa di katakan sangat ektrim. Tradisi potong jari ini dilakukan ternyata memiliki arti lain, yaitu menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.

2. Gigi Runcing Di Kalimantan

 Gigi Runcing Di Kalimantan

Kedengarannya aneh tetapi benar-benar nyata terjadi di Indonesia. Tradisi yang satu ini di lakukan oleh Suku Mentawai yang ada di Kalimantan. Namun uniknya lagi, tradisi ini pun hanya berlaku untuk para wanita. Bagi suku Mentawai wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato. Ketiga, giginya yang runcing. Tradisi untuk meruncingkan gigi ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.

3. Kebo-keboan Di Banyuwangi

Kebo-keboan Di Banyuwangi

Tradisi/Ritual yang dinamakan kebo-keboan ini di lakukan didesa desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi. Nah yang lebih uniknya lagi, tradisi/ritual ini hanya di lakukan selama setahun sekali setiap tanggal 10 Suro artaupun 10 Muharam. Upacara ini mengharuskan beberapa laki–laki untuk ikut serta dan berdandan menjadi kerbau dan berkorban untuk membajak sawah. Setelah membajak sawah kebo–keboan ini diarak mengelilingi desa disertai karnaval kesenian rakyat. Ritual kebo–keboan ini bertujuan untuk meminta hujan ketika musim kemarau datang.

4. Tabuik Di Sumatera Barat

Tabuik Di Sumatera Barat

Dalam bahasa Arab, Tabuik merupakan arti kata dari tabut atau menggarak. Tradisi ini di lakukan di Pantai Barat, Sumatera Barat dan diselenggarakan secara turun temurun. Upacara tabuik ini digelar setiap hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Upacara tradisi ini menjadi simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhdapat cucu Nabi Muhammad SAW.

5. Dugderan Di Semarang

Dugderan Di Semarang

Tradisi yang berasal dari Semarang ini di laksanakan ketika menjelang bulan puasa. Maka seluruh jalanan kota Semarang akan ramai dengan acara Dugderan. Tradisi yang sudah ada sejak lama ini merupakan penanda bahwa bulan puasa telah datang. Salah satu ciri khas dari acara ini adalah arak–arak warak ngendok. Warak ngendok ini adalah bintang rekaan yang bertubuh kambing, berkepala naga serta memiliki kulit sisik emas.

6. Bakar Tongkak Di Riau

Bakar Tongkak Di Riau

Para suku Tionghoa tepatnya di kota Bagansiapiapi, Riau ini setiap bulan Julinya akan mengadakan ritual bakar tongkak. Menurut kepercayaan dari suku Tionghoa, ritual ini sudah dilakukan oleh leluhur mereka dengan tujuan bertekad untuk tidak kembali ke tempat asal. Makna lainnya adalah upacara peringatan dewa laut Ki Ong Ya dan Tai Su Ong yang digambarkan sebagai dewa dua sisi.

7. Tatung Di Singkawang

Tatung Di Singkawang

Tradisi yang diadakan di kota Singkawang yang di sebut dengan Tatung ini di rayakan saat menjelang Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh di daerah ini berlangsung sangat meriah dengan kehadiran tatung. Dalam pawai yang diadakan sangat meriah ini para tatung akan kebal terhadap benda–benda tajam, jadi selama parade tatung akan melakukan peragaan seperti debus.

8. Tradisi Adu Betis Di Sulawesi Selatan

Tradisi Adu Betis Di Sulawesi Selatan

Indonesia yang sebagian besar masyrakatnya merupakan petani mempunyai banyak tradisi untuk mensyukuri musim panen yang datang. Salah satunya di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan yang melakukan tradisi adu betis. Tradisi ini dilakukan lewat permainan Malanca. Intinya dari peramainan para pemuda harus mengeluarkan kekuatannya agar bisa mengikuti tradisi adu betis ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *