Cerita Kisah Nyata, 5 Rumah Hantu Yang Paling Menakutkan Di Dunia

Cerita Kisah Nyata, 5 Rumah Hantu Yang Paling Menakutkan Di Dunia

Setiap rumah memiliki penunggunya, setuju? Penunggu ini bisa berupa pemilik sebelumnya yang masih belum ‘rela’ tinggalkan rumahnya, dan bisa jadi rumah tersebut adalah lokasi-lokasi terjadinya pembunuhan. Untuk dapat memastikan informasi lebih lanjut tentang beberapa rumah hantu tersebut, mari kita simak bersama dengan ulasan yang telah dijelaskan dibawah ini.

Whaley House

Rumah ini berada di San Diego, California, pada 1856. Lokasinya juga merupakan tempat seorang pencuri ulung bernama Yankee Jim (James Robinson) dieksekusi dengan cara digantung, empat tahun sebelumnya. Yankee, sebelum digantung di hadapan publik mengatakan bahwa hasil pencuriannya digunakan untuk memberikan sumbangan kepada orang yang membutuhkan.

Setelah rumah selesai dibangun, keluarga Whaley yang menempati rumah tersebut mulai mendengar dan merasakan hal aneh. Mulai dari langkah kaki yang seringkali terdengar di seluruh rumah. Tak perlu menunggu waktu lama, keluarga Whaley pun tinggalkan rumah tersebut.

Kisah arwah Yankee yang menghantui rumah itu menyebar dengan cepat. Kemudian, pada 1950, pemerintah setempat merenovasi rumah kosong itu. Namun, kejadian aneh pun terjadi kepada para pekerja, seperti pintu dan jendela yang buka-tutup sendirinya. Herannya, saat itu bukan arwah Yankee yang dilihat, tapi pasangan keluarga Whaley yang ‘kembali’ ke rumah mereka.

Bell Farm

Seorang petani bernama John Bell dan keluarganya memiliki sawah dan tanah luas yang disebut Bell Farm pada 1800 di Adams, Tennessee. Namun, 17 tahun tinggal di lokasi tersebut, keluarga Bell mulai mengalami hal mistis. Pada zaman itu, orang-orang percaya dengan adanya penyihir yang mengutuk tanah miliknya. Mulai dari hewan aneh yang terlihat seperti setengah anjing dan kelinci.

Kemudian, anak-anak Bell juga mendengar suara aneh seperti suara binatang liar yang sedang mengelilingi rumah dan mengeram di bawah ranjang mereka. Terdapat pula suara wanita yang sedang bernyanyi dan didengar seluruh anggota keluarga. Tiga tahun kemudian, Bell terjangkit penyakit akibat stres dan teror yang berlebihan tersebut. Saat pemakamannya, keluarga Bell mendengar suara tawaan wanita yang diduga sebagai penyihir yang mengutuknya.

Biltmore Estate

Sebuah perumahan mewah di Asheville, Carolina Utara memiliki 250 kamar. Setiap tahunnya ada satu juta orang mengunjungi lokasi tersebut. Bangunan ini dibuat oleh George Washington Vanderbilt II pada 1889 sampai 1895. Kisah menyeramkan mulai tersebut setelah George Vanderbilt II meninggal pada 1914.

Sejak saat itu, sang istri, Edith masih sering mendengar suara suaminya di rumah tersebut. Sekarang, lingkungan ini telah jadi lokasi wisata. Para wisatawan yang hadir secara sengaja maupun tidak sengaja melihat penampakan atau merasakan hal aneh. Mulai dari suara anak-anak yang berlarian, sampai adanya orang yang mirip Vanderbilt II sedang duduk atau berdiri di salah satu ruangan di lantai dua.

Kemudian, para penjaga pun mendengar tawa dan keramaian di dekat kolam renang meskipun lokasi telah ditutup. Sampai saat ini penampakan spiritual masih sering terlihat oleh pengunjung maupun penjaga.

Chandler Estate

Lokasi perumahan ini dipercaya menjadi lokasi pemujaan setan. Banyak cerita yang terdengar dari para turis yang secara tidak sadar masuk dalam wilayah tersebut dan menyaksikan ritual-ritual setanisme. Terdapat satu lokasi di dekat lokasi pintu darurat yang menarik para turis, tapi membuat para turis sering kehilangan kesadaran.

Sebelum dijadikan lokasi wisata, perumahan ini menjadi penempatan orang-orang yang memiliki gangguan mental. Salah satu orang bernama Mary sempat tinggal dan meninggal di situ. Wanita gila tersebut dijaga dan dirawat oleh pemilik asli, keluarga Chandler. Namun karena sakit, Mary meninggal. Diketahui arwah Mary masih menghantui kamarnya sendiri, karena lampu kamarnya sering mati dan menyala sendiri.

Hotel Crescent

Ruangan 218 menjadi ruangan yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual terbesar. Sampai saat ini, para pengunjung hotel, terutama di ruangan tersebut sering mendengar suara aneh.

Sebelum menjadi sebuah hotel, The Crescent dimiliki oleh seorang dokter tanpa lisensi bernama Norman Baker. Diketahui, Baker menawarkan pengobatan kanker pada masyarakat miskin di daerah gunung tersebut. Namun, bukannya diobati, Baker malah menyiksa para pasiennya tersebut.

Pada 1940, atas investigasi dan laporan masyarakat yang mulai curiga, kepolisi setempat pun menangkap dan menemukan para korban yang sudah disiksa. Salah satu arwah pasien dipercaya masih menghantui hotel dalam bentuk kucing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *