Wanita Dengan Pinggul Terkecil Di Dunia

Wanita Dengan Pinggul Terkecil

Memiliki pinggang ramping dan proposional merupakan idaman bagi setiap wanita. Pepatah mengatakan pinggang bak gitar Spanyol yang sangat sering menjadi tolak ukur untuk menggambarkan keseksian tubuh seorang wanita. Lalu bagaimana dengan tubuh jam pasir ?

Baca juga : Manusia Pingsan Setelah Tertawa

Ethel Granger yang hidup pada era 1905-1982 adalah pemilik pinggang terkecil di dunia yang pernah terekam dalam sejarah. Ukuran pinggangnya pernah tercatat di Guinness Book of World Records dengan ukuran 13 inci atau 33 cm.

Namun ukuran pinggang sekecil itu tidak didapat Ethel secara alami. Ukuran pinggang alaminya adalah 24 inci (61 cm), tapi karena suaminya William Granger terobsesi dengan wanita berpinggang tawon, Ethel harus menggunakan korset setiap hari yang akhirnya membuat pinggangnya semakin kecil.

Sebelum menikah, Ethel adalah gadis yang polos dan sederhana, gadis 23 tahun yang mengenakan gaun ala tahun 1920-an yang tak berbentuk dan dibenci William. William mengatakan kepada Ethel tentang ketertarikannya pada korset dan menyatakan keinginannya untuk merasakan korset di sekitar pinggang istrinya.

Suaminya, astronom William Arnold Granger yang hidup di era 1903-1974, percaya mode adalah yang bisa mempengaruhi struktur pikiran orang yang paling intim. Ia sangat mengidamkan sosok perempuan yang memiliki pinggang kecil seperti tawon.

Proses modifikasi Ethel pun dimulai. Sepasang korset dipasang pada pinggang 24 inci Ethel. Awalnya Ethel puas dengan mengenakan korset hanya di siang hari, tetapi William meyakinkannya untuk tetap menggunakan korset pada saat tidur. Korset adalah salah satu alat yang bisa menyiksa diri dan terkenal dapat menyebabkan sakit di tubuh. Tapi barang ini tetap saja disukai oleh banyak perempuan, bahkan kini beberapa laki-laki juga ada yang menggunakan korset.

Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika bagi yang memakainya, seperti pinggang yang lebih kecil, postur tubuh yang lebih baik, pinggul dan payudara akan terlihat lebih berisi serta mengurangi ukuran pinggang.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian korset membuat otot-otot punggung bagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang digunakan. Hal ini tentu saja membuat tulang belakang berhenti tumbuh karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Beberapa risiko serius lainnya juga mungkin terjadi, terutama jika penggunaannya dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan. Biasanya risiko yang muncul ditandai dengan:

  1. Terjadinya penurunan otot perut.
  2. Pergeseran dan terganggunya dinding perut.
  3. Usus bisa tertekan.
  4. Terjadinya kompresi terhadap rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati.
  5. Penurunan kapasitas paru-paru.
  6. Kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Hal yang paling penting untuk diingat sebelum menggunakan korset adalah pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *